Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kawal Pemilu, ICW-KontraS-GreenPeace Tampilkan Rekam Jejak Caleg 2024

Azis Manansang • Selasa, 28 November 2023 | 04:41 WIB

 

Warga beraktivitas di dekat poster peringatan larangan kampanye politik saat Hari Bebas   Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, .  (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
Warga beraktivitas di dekat poster peringatan larangan kampanye politik saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, . (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)

Gorontalopost.Id,  JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama KontraS dan GreenPeace meluncurkan website Rekam Jejak Caleg 2024 kemarin. Website tersebut berisi informasi seputar riwayat caleg populer DPR RI.

”Publik dapat mengakses website tersebut untuk mengetahui track record caleg yang akan dipilih,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana.

Laman rekamjejak.net yang dapat diakses gratis tersebut, jelas Kurnia, dikembangkan ICW sejak 2015. Situs itu menyediakan informasi dari sejumlah caleg populer, khususnya caleg yang juga dikenal sebagai tokoh publik.

Total ada 450 profil caleg dan anggota legislatif yang terpampang di situs tersebut.

Baca Juga: Sereh Miliki 7 Manfaat, Sangat Baik untuk Kesehatan Tubuh

Informasi yang disediakan antara lain mengenai data diri, daerah pemilihan (dapil), riwayat pekerjaan, afiliasi keluarga, afiliasi bisnis hingga indikasi keterlibatan dalam kasus korupsi dan kepatuhan pelaporan LHKPN.

”Rekam jejak ini penting sekali bagi publik agar bisa mempertimbangkan siapa caleg yang layak dipilih,” terangnya.

Kurnia menambahkan, informasi untuk memperkaya pengetahuan masyarakat selama ini tidak mudah didapat. Sebab, KPU tidak memublikasikan daftar riwayat hidup seluruh caleg.

Baca Juga: Polres Boalemo Digeruduk Ratusan Warga, Gara-gara Suami Istri Kecelakaan Dikejar Polantas

Sementara itu, kemarin (26/11) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI beserta jajaran pengawas se-Indonesia menggelar apel kesiapsiagaan di Monas, Jakarta.

”Ini untuk menyampaikan kepada masyarakat Indonesia bahwa seluruh pengawas siap untuk mengawal demokrasi,” ujar Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.

Salah satu hal berbeda di kampanye kali ini ada pada debat capres/cawapres. Meski sama-sama digelar lima kali, debat kali ini tidak lagi tersentralisasi di Jakarta seperti pada pemilu sebelumnya.

Rahmat Bagja mengatakan, untuk pengawasan, secara umum terbagi dalam dua sektor. Pertama, memantau kampanye di media sosial (medsos) yang berpotensi menyebarkan informasi palsu.

”Jika ada medsos bermasalah, ada akun-akun bermasalah, laporkan,” imbuhnya.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Tebar Senyum Dukung Pemilu Damai 2024

Kedua adalah pemantauan darat, yakni dengan mengawasi kampanye di ruang publik, pertemuan umum, dan acara kampanye lainnya. Untuk penanganan pelanggaran, Bawaslu
membentuk tim respons cepat yang dapat merespons temuan dan laporan pelanggaran seefektif mungkin.

Soal adanya narasi penyelenggara berat sebelah, Bagja menepis tudingan itu. Dia memastikan tidak akan memandang bulu. ”Di depan saya ini adalah pengawas pemilu yang telah disumpah, disaksikan oleh Tuhannya,” tegas dia.


Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty menambahkan, potensi kerawanan dan pelanggaran cukup tinggi. Meskipun, sejak Januari 2023, jajaran pengawas di 514 kabupaten/kota telah
melakukan upaya pencegahan sebanyak 33.740 tindakan.

Untuk kerawanan, Bawaslu telah melakukan pemetaan melalui indeks kerawanan pemilu (IKP). Setiap daerah memiliki level dan jenis kerawanan masing-masing.

Lolly meminta publik ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan pelanggaran. ”Jangan ragu-ragu karena pemilu milik kita,” tegasnya. (JPC)

Editor : Azis Manansang
#ICW #Kontras #kawal pemilu #Caleg 2024