GORONTALOPOST - Air adalah sumber kehidupan. Dampak yang dirasakan akibat kekeringan yang disebabkan oleh El Nino adalah berkurangnya pasokan air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara (BPPW Sulut) telah bergerak untuk menyediakan fasilitas air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan di Nyiur Melambai.
Kepala BPPW Sulut, Adji Krisbandono, menjelaskan kepada Manado Post pada tanggal 20 September, 'Kami mengajak masyarakat yang terdampak kekeringan dan membutuhkan air bersih untuk segera melapor.
Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan dasar berupa air bersih dapat diakses oleh semua warga di Sulut. Jika ada daerah lain yang juga membutuhkan pasokan air bersih, kami siap membantu.'"
Adji Krisbandono menambahkan bahwa BPPW Sulut telah memobilisasi Tim Tanggap Darurat dan 11 mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Sulawesi Utara.
"Kami telah mengirim surat kepada Direktur PDAM, Kepala UPTD, dan Kepala Dinas di seluruh wilayah. Saat ini, BPPW Sulut memiliki 11 mobil tangki air yang siaga di kepulauan dan 8 lainnya di Manado beserta sekitarnya," jelas Adji.
Penyediaan air bersih oleh BPPW Sulut bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak oleh bencana kekeringan.
"Kami telah melihat antusiasme luar biasa dari masyarakat saat tim tanggap darurat kami mendistribusikan air ke daerah terdampak. Masyarakat membawa galon dan jerigen untuk mengantre air di sekitar rumah mereka," tambah Adji.
Selain itu, Adji menegaskan bahwa penyediaan air bersih adalah salah satu tugas dari Dirjen Cipta Karya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Air adalah kebutuhan dasar yang harus kami dukung," katanya.
Beberapa daerah terdampak kekeringan yang telah meminta bantuan air bersih kepada BPPW Sulut antara lain adalah Minahasa, Minut, Talaud, dan Sitaro. (mpo)
Editor : Tina Mamangkey