Gorontalopost, MANADO – Semarak bunga kembali mengubah wajah Kota Tomohon menjadi panggung penuh warna.
Pelaksanaan Tournament of Flowers (TOF) yang menjadi bagian puncak Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 resmi digelar, Sabtu (8/8/2026),
dengan membawa pesan kuat tentang kolaborasi, budaya, dan persaudaraan antarbangsa.
Suasana pembukaan diawali sapaan Ketua Panitia TIFF 2026, Levita G. Supit, yang
disampaikan melalui layar videotron di hadapan tamu undangan,
delegasi dari berbagai negara, peserta, seniman, hingga masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dengan latar keindahan Gunung Lokon dan Mahawu serta hamparan bunga yang menjadi identitas Tomohon,
Levita menggambarkan kota tersebut sebagai ruang pertemuan berbagai budaya yang disatukan melalui keindahan bunga.
“Dari kawasan kaki Gunung Lokon dan Mahawu, di tengah bunga-bunga yang
bermekaran, Tomohon kembali menunjukkan jati dirinya sebagai Kota Bunga.
Baca Juga: Mobil Masuk Jurang di Bolmong, Anggota Polres Bolmong Jadi Korban Kecelakaan Maut
Hari ini menjadi bagian dari sejarah TIFF. Kami menyambut seluruh tamu, delegasi mancanegara, peserta, seniman, dan masyarakat yang hadir,” ujar Levita.
Ia mengatakan, TOF 2026 bukan hanya parade kendaraan hias dengan beragam ornamen bunga.
Lebih dari itu, festival tersebut menjadi simbol bahwa bunga mampu menjembatani
perbedaan budaya dan latar belakang masyarakat dari berbagai penjuru dunia.
“Bunga bukan sekadar tentang pesona warna dan keindahan. Di baliknya ada identitas, kebudayaan, sekaligus pesan persahabatan yang dapat menyatukan bangsa-bangsa,” katanya.
Levita menuturkan, pelaksanaan TIFF tahun ini dikemas lebih besar dengan mengusung semangat “Spirit of Collaboration”.
Baca Juga: Baru 37 Desa Punya Peta Batas, Bone Bolango Percepat Penataan 128 Wilayah
Konsep tersebut menggambarkan bahwa sebuah karya besar tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan dari banyak orang yang bekerja bersama dalam satu harmoni.
Menurutnya, perbedaan asal daerah maupun kebudayaan justru menjadi kekuatan yang memperkaya penyelenggaraan festival.
Semangat tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai pihak dalam menghadirkan kendaraan-kendaraan hias yang menjadi daya tarik utama TOF.
“Setiap kendaraan hias yang melintas membawa cerita tentang kerja keras. Ada begitu banyak waktu yang dicurahkan,
tangan yang merangkai bunga, dan rasa bangga terhadap daerah asal yang kemudian diwujudkan dalam sebuah karya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, semangat kolaborasi menjadi roh utama TIFF 2026. Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang menikmati keindahan bunga,
tetapi juga ruang untuk mempertemukan masyarakat, seniman, wisatawan, dan delegasi internasional dalam suasana persahabatan.
Dengan parade bunga yang menjadi magnet utama, Tomohon kembali menegaskan
identitasnya sebagai Kota Bunga
sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan sekaligus kreativitas daerah dapat menjadi jembatan
untuk membangun hubungan yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang