Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Penjara Paling Kejam yang Dirahasiakan Dunia

Tina Mamangkey • Sabtu, 7 Desember 2024 | 09:56 WIB
Ilustrasi, Penjara paling kejam yang dirahasiakan dunia
Ilustrasi, Penjara paling kejam yang dirahasiakan dunia

GORONTALOPOST - Penjara sering kali dianggap sebagai tempat hukuman bagi para pelanggar hukum.

Namun, kenyataan di balik dinding penjara berbeda di setiap negara.

Ada yang menerapkan pendekatan manusiawi dengan tujuan rehabilitasi, seperti di Finlandia, tetapi ada pula penjara yang dianggap sebagai tempat paling brutal dan penuh penderitaan.

Artikel ini akan membawa Anda menjelajahi fakta mencengangkan dari berbagai penjara di dunia, mulai dari sistem yang mengutamakan kemanusiaan hingga yang menyimpan kisah pilu para narapidana.

Penjara Terbuka Finlandia: Kehidupan Layak yang Efektif

Di Finlandia, narapidana di penjara terbuka mendapatkan kehidupan yang jauh dari kesan sengsara.

Contohnya seorang pria yang menjalani hukuman seumur hidup karena kasus pembunuhan.

Selama masa tahanannya, ia bisa melanjutkan pendidikan tinggi, menikmati hiburan seperti berendam di danau, bahkan hidup dengan fasilitas yang layak.

Statistik mendukung efektivitas pendekatan ini. Hanya satu dari tiga narapidana di Finlandia yang kembali ke penjara setelah bebas.

Angka ini jauh lebih baik dibandingkan dengan di Amerika Serikat, di mana 60% narapidana kembali berurusan dengan hukum.

Pendekatan berbasis rehabilitasi ini menunjukkan bahwa memperlakukan narapidana dengan martabat dan memberikan mereka kesempatan untuk memperbaiki diri dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi tingkat kejahatan.

Namun masih banyak negara yang memiliki penjara dengan metode sangat kejam dan mengerikan seperti penjara berikut ini:

1. Gitarama, Rwanda: Neraka Dunia yang Menyiksa

Berbeda jauh dari Finlandia, penjara Gitarama di Rwanda sering disebut sebagai salah satu penjara paling mengerikan di dunia.

Penjara ini dirancang hanya untuk 500 narapidana, tetapi kenyataannya menampung hingga 7.000 orang.

Kondisi yang penuh sesak membuat napi terpaksa berdiri sepanjang hari karena tidak ada ruang untuk duduk, apalagi tidur.

Sanitasi yang buruk menambah penderitaan. Dengan toilet yang sulit diakses, para napi terpaksa buang air di sembarang tempat, memicu penyebaran penyakit.

Banyak narapidana mengalami infeksi parah hingga harus diamputasi. Gitarama adalah gambaran nyata dari penderitaan ekstrem akibat kondisi penjara yang tidak manusiawi.

2. Mendoza, Argentina: Penjara dengan Pelayanan Medis yang Mengabaikan

Penjara Mendoza di Argentina menghadirkan cerita yang tidak kalah suram.

Dengan kapasitas hanya 600 orang, penjara ini menampung 1.600 narapidana. Selain berdesakan, mereka harus menghadapi ketidakpedulian paramedis.

Staf medis hanya datang jika napi sudah meninggal, sehingga banyak kasus kematian yang sebenarnya bisa dicegah.

Amnesty International bahkan sempat mengecam keras kondisi penjara ini.

Mendoza mencerminkan kegagalan sistem penjara dalam memberikan hak dasar seperti perawatan medis, yang seharusnya tetap dijamin meski seseorang sedang menjalani hukuman.

3. Carandiru, Brasil: Tragedi Berdarah yang Mengejutkan Dunia

Carandiru di Brasil menjadi saksi salah satu tragedi penjara paling kejam dalam sejarah.

Pada tahun 1992, konflik antar kelompok narapidana berujung pada tindakan represif polisi.

Mereka menembaki para napi, termasuk yang sudah menyerah, hingga menewaskan lebih dari 100 orang.

Tragedi ini memicu kerusuhan di 27 penjara lainnya di Brasil, menciptakan kekacauan besar.

Ironisnya, para polisi yang bertanggung jawab atas penembakan ini tidak segera dihukum, menambah luka mendalam dalam sistem peradilan Brasil.

4. Penas Ciudad Barrios, El Salvador: Penjara yang Dikuasai Gengster

Di El Salvador, penjara Penas Ciudad Barrios menghadirkan situasi yang unik sekaligus mengerikan.

Penjara ini tidak dikendalikan oleh sipir, melainkan oleh geng MS-13, yang menjadikannya seperti kota kecil.

Di dalam penjara, geng ini mengelola toko roti, klinik, dan berbagai aktivitas lain.

Namun, kekuasaan mereka di dalam penjara berdampak buruk pada dunia luar.

Tingkat pembunuhan di El Salvador tetap tinggi, mencapai 17 korban per hari, sebagian besar terkait dengan aktivitas geng ini.

Penjara ini menjadi simbol betapa sulitnya mengendalikan kejahatan jika narapidana tetap memiliki pengaruh besar di luar penjara.

5. Tadmur, Suriah: Penjara dengan Kekejaman Tak Tertandingi

Tadmur di Suriah sering kali disebut sebagai salah satu penjara paling brutal di dunia.

Amnesty International melaporkan bahwa ribuan tahanan tewas hanya dalam hitungan menit, sering kali tanpa dakwaan yang jelas.

Tradisi penyiksaan yang disebut "pesta resepsi" dilakukan untuk menundukkan mental tahanan baru.

Penulis Palestina Salama Kailh menyebut penjara ini dengan satu kata: kegilaan. Tadmur adalah cerminan dari kekejaman tanpa batas yang melanggar hak asasi manusia.

6. Diyarbakir, Turki: Penjara dengan Pelanggaran HAM Tertinggi

Penjara Diyarbakir di Turki mendapat perhatian dunia setelah kematian Mustafa Kabachoglu, seorang mantan polisi yang meninggal di kursi plastik akibat kelaparan dan kurangnya perawatan medis.

Dalam waktu singkat, berat badannya turun hingga 40 kg.

Pemeriksaan pasca kejadian mengungkapkan bahwa penjara ini penuh dengan pelanggaran hak asasi manusia, mulai dari penyiksaan hingga jatah makanan yang tidak mencukupi.

Diyarbakir menjadi simbol penderitaan para narapidana di Turki.

7. Camp 22, Korea Utara: Neraka untuk Tiga Generasi

Korea Utara memiliki reputasi mengerikan terkait sistem penjaranya, salah satunya Camp 22.

Penjara ini tidak hanya menahan individu, tetapi juga keluarga mereka hingga tiga generasi.

Selain kondisi yang tidak manusiawi, narapidana sering digunakan sebagai samsak hidup untuk latihan militer.

Di penjara lain seperti Camp 14, kerja paksa menjadi kewajiban, dan sipir penjara memiliki wewenang untuk menembak narapidana jika dianggap tidak kooperatif.

Penjara ini menunjukkan kekejaman rezim otoriter Korea Utara terhadap rakyatnya sendiri.

---

Dari penjara manusiawi di Finlandia hingga penjara brutal seperti Tadmur dan Camp 22, dunia menunjukkan spektrum perlakuan yang sangat luas terhadap narapidana.

Sayangnya, penjara-penjara dengan pendekatan kejam terbukti tidak efektif dalam menekan angka kejahatan, berbeda dengan sistem rehabilitasi Finlandia yang sukses mengurangi tingkat residivisme.

Perlakuan manusiawi terhadap narapidana bukan hanya soal moral, tetapi juga cara untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman.

Semoga lebih banyak negara yang mencontoh pendekatan seperti di Finlandia, di mana hak asasi manusia dihormati bahkan dalam dinding penjara. (*)

Sumber: Youtube Daftar Populer

Editor : Tina Mamangkey
#kondisi #kejam #penderitaan #Penjara #di dunia #mengerikan #Narapidana