Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Komisi II DPRD Gorontalo Tinjau Peternakan Terintegrasi Ilomangga, Sorot Infrastruktur Jalan

Azis Manansang • Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:55 WIB

 

Kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo dipeternakan sapi terintegrasi di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo.(F:;Hms-Engki)
Kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo dipeternakan sapi terintegrasi di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo.(F:;Hms-Engki)

Gorontalopost, GORONTALO – Kunjungan kerja Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo ke peternakan sapi terintegrasi di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo.

Menjadi langkah strategis dalam menilai kesiapan lokasi yang direkomendasikan sebagai tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) 2026.

Baca Juga: Tekan Inflasi Ramadhan 1447 H, Pemkab Gorontalo Siapkan 19 Ribu Paket Sembako Bersubsidi

Dalam peninjauan tersebut, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Idrus,

mengapresiasi sistem pengelolaan peternakan yang telah menerapkan konsep terintegrasi, khususnya dalam pengolahan limbah.

Menurutnya, inovasi ini menjadi contoh nyata praktik peternakan modern dan berkelanjutan.

“Peternakan ini sudah menunjukkan konsep yang baik karena limbah kotoran sapi tidak terbuang percuma,

melainkan diolah menjadi biogas dan kompos yang bermanfaat.

Ini bisa menjadi contoh peternakan terintegrasi di Provinsi Gorontalo,” ujar Hamzah Idrus.

Selain dinilai layak sebagai lokasi kegiatan nasional, peternakan tersebut juga dipandang

berpotensi menjadi pilot project pengembangan peternakan modern di Gorontalo.

Konsep ramah lingkungan yang diterapkan dinilai mampu mendukung sektor pertanian dan peternakan berkelanjutan di daerah.

Baca Juga: Zakat Fitrah 2026 di Kota Gorontalo Resmi Rp 45 Ribu per Jiwa, Ini Ketentuannya

Namun demikian, Komisi II menyoroti persoalan infrastruktur jalan menuju lokasi yang masih belum memadai.

Akses sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer masih berupa jalan becek dan belum dilakukan pengerasan,

sehingga membutuhkan perhatian serius apabila akan digunakan sebagai lokasi PENAS 2026.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#Berita Gorontalo #peternakan terintegrasi #DPRD Provinsi Gorontalo #PENAS #komisi ii dprd #peternakan