Gorontalopost, JAKARTA – Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran
mulai memberikan tekanan serius terhadap kondisi dalam negeri Indonesia.
Baca Juga: Sidang Adat Tanggeyamo Boalemo Tetapkan Idul Fitri 2026, Bupati Rum Pagau Serukan Toleransi
Dampaknya terasa hingga kebijakan strategis pemerintah di berbagai sektor.
Menghadapi harga minyak mentah yang menembus USD 100 per barel,
pemerintah resmi mengeluarkan paket kebijakan efisiensi energi nasional yang akan mulai berlaku pada April 2026.
Kebijakan ini menyasar aktivitas perkantoran hingga sistem pendidikan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menjelaskan bahwa langkah ini
merupakan upaya pemerintah dalam meredam tekanan fiskal yang semakin berat akibat gejolak energi global.
Salah satu kebijakan yang paling mencuri perhatian adalah penerapan sistem pembelajaran hybrid di sekolah.
Model ini mengombinasikan pembelajaran daring dan luring, di mana mata pelajaran teori dialihkan ke digital,
sementara kegiatan praktikum tetap berlangsung secara tatap muka.
Baca Juga: Prabowo dan Megawati Bertemu di Istana, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik Global
Menurut Pratikno, kebijakan ini dirancang agar efisiensi energi tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan skema kerja fleksibel bagi ASN,
membatasi perjalanan dinas, serta mengoptimalkan rapat virtual guna menekan konsumsi energi nasional.(Mg-01/*).
Editor : Azis Manansang