Gorontalopost, KWANDANG – Bencana longsor yang menyebabkan akses Jalan Gorontalo Utara- Buol Sulawesi Tengah (Sulteng) putus.
Ternyata mengundang perhatian Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Totok Sulistyono.
Dengan gerak cepat (gercak) langsung turun ke lokasi bersama Dandim 1314/Gorut Letkol Inf Rayner D.R. Wajing.
Untuk meninjau lokasi kejadian bencana alam tanah longsor yang bertempat di Desa Lelato, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara.
Baca Juga: Waduh Ternyata Inflasi Gorontalo Sempat Berada Urutan ke-2 Nasional
Peninjauan tersebut sebagai tanggapan terhadap kejadian bencana alam tanah longsor yang terjadi belum lama ini di Desa Lelato, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara.
Adapun kejadian longsor tersebut terjadi di tiga lokasi yang berbeda, mengakibatkan akses jalan Gorontalo, Buol dan Tolitoli terputus.
Kondisi ini menimbulkan kemacetan panjang yang cukup memakan waktu lama seperti kendaraan transportasi seperti taksi antar provinsi.
Mobil, truk sembako, dan mobil box ikan, yang tidak dapat melintas di Desa Lelato, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo.
Baca Juga: Penyebab Kebakaran Masih Misterius, Polisi Dalami Kebakaran RS Dunda
Longsor yang terjadi di tiga titik lokasi yang berbeda tersebut, membuat material longsor menutupi badan jalan sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan rodaempat.
Akibatnya akses jalan tersebut terputus. Danrem mengatakan pihaknya meninjau lokasi yang terjadi longsor dan memang kondisinya sangat parah menyebabkan akses mobilitas terhambat .
"Kami menghimbau kepada masyarakat yang melintasi jalan yang berada di Kabupaten Gorontalo Utara khususnya di titik-titik rawan terjadinya longsor.
Baca Juga: Nekat Curi Motor Fino di Halaman Rumah Remaja di Gorontalo Diamankan Team Rajawali
Untuk tetap berhati-hati, mengingat cuaca saat ini yang rawan menyebabkan terjadinya longsor ataupun banjir,"ungkapnya.
Danrem mengungkapkan, antrian kendaraan telah terjadi selama dua hari berturut-turut.
dengan banyak kendaraan sipil dan taksi, serta mobil box ikan yang terjebak menunggu akses jalan dibuka kembali.
Baca Juga: Geger Petani Ditemukan Meninggal Disawah
Untuk mengatasi hal ini, menurutnya tiga unit alat berat Excavator dari Balai Jalan dikerahkan.
untuk membuka akses jalan yang terputus, sehingga saat ini, akses jalan masihbelum terbuka sepenuhnya.
Tim dari berbagai pihak terus bekerja keras untuk memulihkan jalur transportasi yang terganggu akibat bencana longsor ini.
Masyarakat diminta untuk bersabar dan tetap waspada terhadap potensi bahaya di sekitar lokasi longsor. (Inong/Kmfo).
Editor : Azis Manansang