Gorontalopost, SUWAWA – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mengakui masih
menghadapi sejumlah tantangan dalam upaya menekan kasus AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah belum optimalnya integrasi program lintas sektor serta keterbatasan data kesehatan berbasis desa.
Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, mengungkapkan bahwa
pemerintah daerah kini memperkuat strategi kolaborasi
untuk memastikan penanganan ATM berjalan lebih efektif. Fokus utamanya adalah
meningkatkan koordinasi antarlembaga serta memperkuat kapasitas aparatur desa dan kader kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, berbagai organisasi perangkat daerah mengambil peran masing-masing. Dinas Kesehatan menangani deteksi dini, pengobatan dan edukasi,
sementara Bappeda Litbang memastikan sinkronisasi perencanaan serta penganggaran.
Di sisi lain, Dinas PMD memperkuat kebijakan pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung program kesehatan masyarakat.
Tidak hanya mengandalkan pemerintah, Bone Bolango juga membuka ruang kemitraan yang lebih luas
dengan perguruan tinggi, media massa, tokoh agama, organisasi pemuda, PKK, lembaga swadaya masyarakat, hingga sektor swasta dan BUMN/BUMD.
Keterlibatan mereka diarahkan pada edukasi, advokasi, pendampingan masyarakat dan kampanye kesehatan.
Sri Mulyani menambahkan, langkah penguatan ke depan akan difokuskan pada perluasan kemitraan, peningkatan kualitas data desa,
serta mendorong partisipasi masyarakat dalam deteksi dini penyakit. Dengan strategi tersebut,
Bone Bolango menargetkan penanganan AIDS, TBC dan Malaria menjadi lebih cepat, tepat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.(Mg-05)
Editor : Azis Manansang